Senin, 30 Maret 2009

YOUR PAST IS NOT YOUR FUTURE

Amsal 19:20
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

Saya pernah membaca sebuah tulisan yang menceritakan sebuah eksperimen yang dilakukan di Woods Hole Oceanographic Institute. Seekor ikan barracuda dimasukkan ke dalam sebuah akuarium berukuran sedang yang bagian tengahnya dipisahkan oleh sebuah kaca pembatas transparan. Di sisi lain, ada banyak ikan kecil yang merupakan makanan kesukaan si barracuda. Ketika lapar, berkali-kali ikan barracuda mencoba untuk memangsa ikan kecil tersebut, namun usahanya selalu sia-sia karena terbentur kaca pembatas transparan tadi.

Setelah berminggu-minggu mencoba dan tetap tidak berhasil, si barracuda menyerah dengan menerima
kenyataan bahwa perburuan ikan kecil tersebut hanya mengakibatkan kesakitan pada hidung dan mulutnya. Setelah itu kaca pembatas transparan tadi diangkat, dan apa yang terjadi? Si barracuda tetap pada sisinya, tidak bergerak ke arah ikan kecil. Rasa lapar mulai terasa hebat. Akan tetapi si barracuda sepertinya tidak berusaha sekali pun untuk memangsa ikan-ikan kecil tersebut. Akhirnya, ia pun mati kelaparan padahal makanan kesukaanya tepat berada di depan hidungnya.

Pelajaran penting yang saya temukan dan dapat kita ambil dari kisah barracuda ini adalah bahwa masa lalu kita tidak sama dengan masa yang akan datang. Hellen Keller pernah berkata ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tapi kita seringkali mengamati pintu yang tertutup terlalu lama, sehingga kita tidak melihat satu pintu lain yang terbuka.

Jangan putus asa, jangan pernah putus asa! Sebab masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang. Impian pasti bisa menjadi kenyataan, jika kita yakin dan mau berusaha untuk mewujudkannya. Hiduplah sesuai dengan imajinasi Anda, bukan kenangan akan masa lalu.

sumber :http://www.jawaban.com

William Colgate

Kisah Sukses : William Colgate

Colgate adalah nama sebuah perusahaan. Jika mendengar nama itu, kebanyakan orang Amerika pasti akan langsung berpikir tentang pasta gigi. Tetapi, jika mereka tahu sejarah orang dibalik nama itu, mereka ,mungkin akan berpikir tentang kristus, dan jejak yang dijalani COlgate bersamaNya.

William Colgate lahir pada tanggal 25 januari 1783 di kota Kent, Inggris. Ayahnya, Robert adalah seorang petani yang dikenal sebagai intelektuual yang berani dan memiliki pemikiran politik yang tajam.

Pada suatu hari, karena mendukung kemerdekaan negara koloni Inggris, RObert mendapat ancaman dari pihak penguasa. Namun, Tuhan campur tangan dengan mengirim seorang di tengah malam buta untuk memperingati keluarga Colgate. Dengan segera mereka terbang meninggalkan negara Inggris. Pembawa pesan itu mengatakan, jika saja mereka tetap di Inggris kemungkinan besar pasti dihukum penjara atau bahkan dihukum mati. Tapi apa yang buruk menurut dunia, Tuhan mengubahnya menjadi sebuah kebaikan.

Pelayaran
Keluarga Colgate naik kapal pada bukan maret 1798 dan berlayar menuju Amerika. Mereka menetap di sebuah perkebunan di Hartford Co., Kota Maryland.

Disana Ayah William bekerja sama dengan Ralph Maher untuk memulai usaha pembuatan sabun dan lilin.

William membantu kedua orang itu dan belajar dengan cepat. Tetapi, kenyataan berkata lain. Meski sudah bekerja keras, kerja sama itu gagal di tengah jalan. Robert Colgate kembali ke perkebunan dan William memutuskan untuk memulai usahanya sendiri. Setahun kemudian ia kekurangan modal, dan William Colgate harus menutup usahanya.

Meski gagal dua kali, William tidak menyerah. Ia mendapatkan pelajaran berharga. Ia percaya, Tuhan akan mengarahkan langkah Anda, Jika Anda mau mencariNya dab menyerahkan bisnis ANda kedalam rencanaNya, meski ada kegagalan.

Seorang teman kristiani yang bekerja di sebuah kanal kapal menasihati Colgate, "Berikan hatimu bagi Kristus. Berilah kepada Kristus apa yang menjadi milik Nya. Buatlah sabun dengan jujur. Berikan persembahanmu dengan jujur...dan seseorang akan menjadi pembuat sabun ternama di New York. Orang itu mungkin saja kamu."

Saat William mempelajari Alkitab, ia begitu tertarik dengan ayat dalam Kejadian 28:20-22, "Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untukdimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka Tuhan akan menjadi Allahku. Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepadaMu."

Pada tahun 1804, COlgate dipekerjakan oleh sebuah perusahaan pembuat sabun sebagai pegawai magang. Pengamatan Colgate sangat tajam dan teliti. Dia terus memegang perintah Tuhan dalam Amsal, Yaitu memperhatikan perintah, meski perintah itu datang dari mereka yang gagal (Ams 24:30-32).

Colgate percaya bahwa perusahaan itu telah salah kelola, dan ternyata ia benar. Perusahaan itu akhirnya tutup pada tahun 1806, tapi reputasi dan ambisi Colgate memampukannya untuk menghubungi pada penyalur di kota lain. Ia memulai merintis usahanya kembali.

Dan mujizat terjadi. William Colgate dan perusahaannya itu sudah berhasil sejak awal. Dalam 6 bulan perusahaan itu sudah berhasil membuat produk-produk baru dengan bahan kanji. Segera, perusahaan itu mampu memproduksi sabun tangan, sabun toilet, dan sabun cukur.

Tidak Lalai
Meski Colgate sangat sibuk dalam pengembangan usaha, ia tidak mengabaikan waktu-waktu pribadinya dengan Tuhan. Kesuksesan Colgate dicapai karena ia mengikuti prinsip-prinsip Alkitab.

Seperti Yakub yang berjanji untuk memberi persembahan sulung kepada Tuhan, maka Colgate juga membuat janji yang sama. Sepuluh persen dari keuntungan Colgate dengan setia diberikan kepada Tuhan.

Tidak lama, Colgatye segera menjadi salah asatu pengusaha ternama di New York. Bisnis itu bukanlah satu-satunya yang bertumbuh dan berhasil. Colgate menikahi Mary Gilbert pada tahun 1811, dan bersamanya terlahir 11 anak. Pernikahannya dengan Mary disebut orang sebagai "Persekutuan yang indah dengan seorang yang menyenangkan."

Colgate bahkan menamai anaknya berdasarkan nama Alkitab. Ini menggambarkan cara pandang Alkitab dalam setiap aspek hidup mereka. Keluarga ini setia beribadah dan membaca Alkitab bersama.

Colgate sangat aktif dalam bermacam kegiatan sosial yang diadakan di gerejanya. Dia juga meyumbangkan banyak dana untuk lembaga pendidikan, termasuk Madison College, Hamilton, New York.

Karena kemurahan hatinya, sekolah itu kini berganti nama menjadi Colgate university. Dia juga adalah pendukung aktif kegiatan misionaris. Pada tahun 1816, Colgate memegang peranan penting dalam mengelola American Bible Society dan American and Foreign Bible SAociety. Dia juga melayani sebagai pengurus American Tract Society.

Selagi bisnisnya terus berkembang dan diberkati Tuhan, dia memerintahkan akuntannya untuk meningkatkan jumlah persembahannya, dari 20 persen menjadi 30 persen. Ketika dia terus berkomitmen untuk memberi, perusahaannya menjadi semakin diberkati Tuhan.

Saat ini, Colgate Palmolive adalah salah satu perusahaan tertua di Amerika dan dinobatkan oleh majalah Fortune sebagai salah satu dari 500 perusahaan paling sukses di Amerika. Angka penjualan revenue-nya mencapai US$ 9 miliar dan cabangnya telah berada di 221 negara di seluruh dunia.

Produknya telah berkembang memenuhi kebutuhan perorangan, pabrik samapai hewan peliharaan. Merk-nya telah dikenal di seluruh dunia seperti Colgate, Palmolive, Speed-Stick, Fab, Murphy, Ajax, dan Irish Spring.

Keberhasilan Colgate Palmolive adalah sebuah kesaksian tentang apa yang Tuhan sanggup kerjakan bagi mereka yang setia mengejar mimpinya dan berkomitmen untuk mengenal Tuhan, pribadi yang sanggup memenuhi mimpi-mimpinya.

PEMILU DAN POLITIK UANG


Beberapa hari yang lalu tukang cuci yang biasa bekerja di rumah kami meminta izin untuk tidak bekerja pada hari-hari tertentu, alasannya mau ikut kampanye salah satu parpol, agak aneh juga mengingat belum lama dia juga ikut kampenye dari partai yang lain.
Waktu saya kemukakan kebingungan saya tersebut, beliau dengan enteng nya menjelaskan bahwa menjadi peserta kampanye suatu partai belum tentu menunjukkan pilihannya terhadap partai tersebut saat pemilu nanti. Usut punya usut ternyata dia mencari penghasilan tambahan melalui kampanye dari beberapa parpol yang mengadakan kampanye, pasalnya setiap ikut kampanye beliau menerima honor yang lumayan ditambah makanan dan tentu saja atribut partai.
Iya juga ya, kalau gak dapat sesuatu ngapain panas-panasan di jalanan, kecuali kader partai yang memang harus solid terhadap partainya, he..he.. yang kayak gini masih mau dibilang bukan politik uang..? banyak parpol yang mengklaim bahwa mereka anti dan tidak mendukung politik uang tapi kenyataannya yang terjadi di lapangan beda banget lho.
Memang berpolitik tanpa embel-embel uang kayaknya susah ya, lihat aja caleg-caleg yang maksain diri berkampanye dengan modal yang ngepas bahkan pinjam sana-sini untuk coba ikut dibagi-bagi supaya banyak orang yang mau mendukungnya. Mestinya setiap partai politik itu malu ya dan mau berfikir dua kali, niatnya mau menggalang massa, kenyataannya massa nya ternyata enggak real. Daripada berkampanye dengan model seperti itu mending dicari deh cara lain yang lebih terhormat. Salam..

Bisnis online

Ingin mendapatkan penghasilan tambahan..?

Melalui cara-cara yang elegan dan terhormat, sebuah bisnis online yang paling direkomendasikan

Sekarang Anda Bisa Menghasilkan Uang Dengan Mudah Dan Melimpah

Dari berbagai bisnis sederhana di internet

Cerai..Oh cerai


Bukan lagi sesuatu yang aneh kalau kita melihat pasangan selebriti yang baru saja atau belum lama menikah, dengan pesta yang waah, gak lama kemudian hanya karena sedikit masalah kemudian bercerai.
Perceraian agaknya sudah menjadi "jawaban" untuk kebanyakan pasangan selebriti yang agaknya mewakili kondisi kebanyakan orang saat ini. ketika masalah keluarganya dirasa agak rumit sedikit, atau ketika kepercayaan sepertinya sudah dikoyak, atau mungkin mulai jenuh atau jengkel dengan kelakuan pasangannya, maka bercerai akhirnya menjadi pilihan yang baik.
Sedikitnya pemahaman tentang komitmen dalam sebuah keluarga, juga budaya berfikir pendek adalah sedikit alasan semakin tingginya angka perceraian saat ini. kalau saja setiap pasangan mengingat kembali tujuan pada saat mereka menikah, bahwa menikah bukanlah suatu akhir dari tujuan melainkan awal dari perjalanan, mereka tidak akan semudah itu menghentikan perjalanan yang sangat tak ternilai itu, milikilah komitmen terhadap pasangan anda, ingat terhadap janji nikah yang pernah terucap di saat anda dan pasangan anda memulai sebuah pernikahan, coba juga untuk mengenang saat-saat manis sewaktu anda mulai jatuh cinta pada pasangan anda dan berniat menikahinya dengan impian-impian yang setinggi bintang dilangit ketika pernikahan itu akhirnya menjadi kenyataan.
Hentikan berfikir pendek, bercerai itu bukan cuma masalah yang akan dihadapi oleh suami dan istri saja, anak adalah korban dari keegoisan orang tuanya, alangkah kasihannya seorang anak yang memiliki orangtua yang sama saja kekanak-kanakannya dengan mereka, mereka harus memilih mau ikut siapa, mereka harus menghadapi kenyataan bahwa ternyata orangtuanya tidak sekuat yang mereka bayangkan, anak akan kehilangan figur ayah dan ibu, siapa yang dapat mereka contoh, siapa yang akan memeluk mereka... kebanggan terhadap orang tua akan sirna begitu saja dengan kepahitan yang amat dalam.

Minggu, 29 Maret 2009

Kasih ibu



Pada suatu sore seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam. dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai ditulisinya. Setelah ibunya mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya dan inilah tulisan si anak:

Untuk memotong rumput minggu ini 7.500.00

Untuk membersihkan kamar minggu ini 5.000.00

Untuk pergi ke toko menggantikan mama 10.000.00

Untuk menjaga adik waktu mama belanja 15.000.00

Untuk rapor yang bagus 25.000.00

Untuk membersihkan dan menyapu halaman 12.500.00

Untuk membuang sampah setiap hari 5.000.00

Jumlah hutang 80.000.00

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian, ia mengambil ballpoint, membalikkan kertasnya dan menulis:

Untuk sembilan bulan ketika mama mengandung kamu, selama kamu tumbuh dalam perut mama, Gratis

Untuk semua malam ketika mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, Gratis

Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, gratis

Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, Gratis

Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, Gratis

Anakku dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati mama adalah GRATIS.

Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: "Ma, aku sayang sekali pada Mama" Dan kemudian ia mengambil ballpoint dan menulis dengan huruf besar-besar : " LUNAS "

(Reflecta Edisi 77, Feb 2002)

(28 Feb 06)